Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan

SID

Jika membaca tiga huruf itu maka kita akan teringat pada tiga orang pemuda asal pulau Bali yang mengharumkan kembali genre musik Punk di Indonesia. Sebelum kehadiran mereka, nama Punk Rock memang menggelegar di kalangan bawah tanah, tetapi di permukaan, di atas sana dimana orang-orang "normal" berlalu lalang, musik pop dan alternatif adalah yang paling sering didengarkan ketika di rumah melalui kaset tape, radio, televisi, baik ketika sedang berjalan-jalan menggunakan walkman (zaman itu masih trendy berjalan dengan membawa walkman seukuran telapak tangan). Buat anak zaman sekarang yang belum pernah melihat walkman, nih saya kasih gambarnya:

walkman superman is dead


I Made Putra Budi Sartika (dikenal dengan nama lain "Bobby Kool", yang jika dibaca "Bo Bikul" yang berarti "Bau Tikus" dalam bahasa Bali), I Made Eka Arsana (lebih memilih namanya ditulis "Eka Rock", sepertinya dengan alasan agar lebih keren dan gaul saja), dan I Gede Ari Astina (dipanggil "Jerink", kemungkinan besar karena model rambutnya) adalah tiga pemuda dibalik wewangian itu.

Awal Mula

Superman is Dead Kompak Bertiga
Kehadiran SID membuat wangi musik punk Indonesia tidak hanya semerbak di dalam negeri, tetapi hingga ke negara tetangga negeri jiran Malaysia dan Singapura, terima kasih kepada MTV Asia yang bersedia dengan konsisten memutar video klip mereka berdasarkan banyaknya penonton mereka yang menyukainya, lalu kemudian mengganjar mereka dengan penghargaan Band Pendatang Baru Terbaik (Best New Rookie).

Bahkan aroma musik Punk dalam negeri ini sempat tercium di 16 kota besar di negara Adidaya Amerika Serikat (baca: SID Wakili Asia di Vans Warped Tour), negara dimana sari-sari Punk Rock berkembang biak dan menyebar ke seluruh dunia melalui musik Green Day, Blink 182, dan lain-lain. *tidak perlu saya sebutkan satu-persatu karena akan menjadi daftar yang memanjang ke bawah*.

Walaupun banyak musisi dan penggemar musik idealis yang mencibir, mengatakan bahwa mereka sudah kehilangan idealisme utama di musik bawah tanah yang anti kemapanan, tetapi SID telah mengajarkan dan memberikan contoh kepada kita, bahwa anti kemapanan adalah menabrak pakem yang sudah terbentuk sekian lama, mendobrak kebiasaan yang berkuasa terlalu lama. Saya setuju, dobrak kemapanan musik Underground di bawah sana, harus ada beberapa yang menerobos muncul ke atas, agar mereka semua tahu apa yang kita mainkan adalah sama menyenangkan dengan punya mereka! Siapa mereka? Masyarakat yang sudah terlalu mapan mendengarkan musik pop dan alternatif di telinga mereka. Demikian adalah awal mula SID berjuang mendobrak kemapanan blantika musik di dalam negeri.

Superman is Dead tahun 1995

Saya jadi berusaha mengingat-ingat, dimana saya mendengarkan SID untuk pertama kalinya. Ternyata jawaban yang muncul dari memory saya ini adalah pada tahun 1995. Ya, tahun itulah saya pertama kali mendengar bahwa ada band Bali yang bernama Superman Is Dead. Pada saat itu saya masih tinggal di Pulau Lombok, sebuah pulau yang bertetangga dengan pulau Bali.

Zaman itu boleh dibilang sebagai zaman keemasannya musik Underground di Mataram-Lombok, dan setahu saya juga di kota-kota besar di Indonesia, karena fanmags dan buletin underground fotokopian yang saya baca dulu, pernah membuat saya bercita-cita untuk menengok komunitas punk di Malang dan Bandung (maklum, dulu tidak seperti sekarang yang mudah mencari informasi melalui internet. Saya belum mengenal internet, karena komputer saja jarang apalagi internet. Dan mungkin juga kami semua yang remaja di tahun itu belum tahu apa itu internet). Kita tidak akan sulit menemui anak-anak muda berpakaian hitam-hitam, lengan pendek atau panjang, dengan tulisan-tulisan abstrak berwarna putih membentuk sebuah nama. Ciri khas anak Underground pada saat itu.

Saat itu saya sering berkumpul dengan komunitas punkers di Mataram, yang bermarkas di sebuah gudang kosong di daerah Pajang, jalan Raya Pejanggik. Setiap malam minggu, kami berkumpul di jembatan dekat rumah sakit umum, untuk saling berbagi dan menunjukkan jati diri kami kepada orang-orang yang lewat (maklum, anak muda dalam masa pencarian jati diri). Pada saat itu kami memberi nama Rebel Machine sebagai identitas dari komunitas kami, dan band yang paling dikenal dari Rebel Machine adalah President of Rebel yang diketuai oleh Iwan (terakhir saya ketahui beliau merantau ke Bali dan bekerja di sebuah tempat \di Jalan Kapten Japa, Denpasar). Lalu ada Bobby dengan band-nya Asbak, dan Cilik, seingat saya. Saya sendiri bersama Yoshua dan seorang kawan lagi membentuk sebuah band Ska.

Komunitas Underground Lombok pada tahun-tahun itu rutin mengadakan event gigs, seperti misalnya acara Total Chaos dimana Pure Sick Community sebagai komunitas terbesarnya pada saat itu menjadi motor acara. Mereka punya sejumlah band bagus, So Hard To Die adalah salah satu diantaranya. Disusul kemudian dengan komunitas FrontGrave dan Lombok Hardcore. Intinya scene Underground di Lombok pada masa itu benar-benar meriah.

"Lalu apa hubungannya dengan Superman is Dead?"


Foto Jadul SID tahun 1995
Melalui undangan fotokopian yang disebar ke komunitas-komunitas Underground di Lombok, kami mengetahui bahwa di Bali ada sebuah event besar yang diadakan oleh komunitas disana, acara itu bernama Total Uyut. Di selebaran hitam putih itulah pertama kali saya membaca nama Superman is Dead.

Total Uyut adalah sebuah event gigs besar, dan kami orang-orang Lombok yang sengaja datang ke Bali untuk menonton langsung acaranya, pasti membawa pulang cerita-cerita menyenangkan tentang performance luar biasa band-band di Bali, beserta crowd yang tumpah ruah, dan asyiknya pogo, moshing, serta headbanging bersama komunitas dari berbagai pulau.

Disanalah SID pertama kali menapakkan jejak kakinya, dan saya secara pribadi melalui Twitter pernah bertanya kepada Jerinx, "Do you still remember the memories of Total Uyut at 1995", dan Jerinx menjawab "Yes, I Do :)".

Lompat pada tahun 2003, ketika saya sedang menyelesaikan perkuliahan di kota Malang, Jawa Timur, saya kembali mendengar nama Superman is Dead, kali ini melalui sebuah kaset bersampul merah. Dan kaset itu adalah momen kebangkitan SID, dari band yang membawakan lagu-lagu Green Day, menjadi salah satu band besar di Indonesia (dilihat dari jumlah massa penggemarnya di seluruh Indonesia), sebuah band yang membawakan diri mereka sendiri, dan genre Punk Rock turut serta merebak ke permukaan.

Sungguh luar biasa, I can't believe my ears and my eyes. Band yang saya tonton tahun 1995 masih urakan dan acak-adul kalo Komeng bilang, and now look at you guys?! Amazing!

Pharrell Williams

Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas

Pharrell Williams (lahir April 5, 1973), juga dikenal hanya sebagai Pharrell (/ fərɛl /), adalah seorang Amerika penyanyi-penulis lagu, rapper, produser rekaman, musisi, dan perancang busana. Williams dan Chad Hugo membuat rekor produksi duo The Neptunes, memproduksi musik soul, hip hop dan R & B. Dia juga vokalis dan drummer rock, funk, dan hip hop Band "NERD", yang dibentuk dengan Hugo dan Shay Haley teman masa kecil. Dia merilis single pertamanya "Frontin" pada tahun 2003 dan ditindaklanjuti dengan album solo debutnya "In My Mind" pada tahun 2006. Album keduanya, "Girls" dirilis pada tanggal 3 Maret 2014. 

Sebagai bagian dari The Neptunes, Williams telah menghasilkan banyak hit single untuk berbagai artis rekaman. Williams telah menerima tujuh Grammy Awards termasuk dua yang didapat bersama The Neptunes. Dia saat ini memiliki perusahaan media yang meliputi hiburan, musik, fashion, dan seni yang disebut "i am OTHERS". Dia juga adalah co-founder merek pakaian anak laki-laki "Billionaire Club and Ice Cream".

Kehidupan Awal


Pharrell Williams lahir pada tanggal 5 April 1973, di Virginia Beach, Virginia, yang tertua dari tiga anak dari Carolyn, guru, dan Firaun Williams, seorang tukang. Dia bertemu Chad Hugo di grade ketujuh "summer camp band" yang mana Williams memainkan keyboard dan drum dan Hugo memainkan tenor saxophone. Mereka berdua juga anggota marching band; Williams memainkan snare drum, sementara Hugo adalah konduktor mahasiswa. Williams masuk ke sekolah Princess Anne High School di mana ia bermain di band sekolah.; di sana ia mendapat nama Skateboard P. sementara Hugo bersekolah di Kempsville High School.

Pada 1990-an, Hugo dan Williams membentuk kelompok beranggotakan empat orang genre "R & B", The Neptunes, dengan teman-teman Shay Haley dan Mike Etheridge. Mereka kemudian memasuki talent show sekolah tinggi di mana mereka ditemukan oleh Teddy Riley, yang studio sebelah Princess Anne High School. Setelah lulus dari sekolah tinggi, kelompok ditandatangani dengan Riley.

Karier

Bagian ini akan menjelaskan tentang karier Pharrell Williams

1992-1997: Awal karir


Melalui bekerja dengan Riley, Williams melanjutkan untuk menulis ayat dan membantu menghasilkan untuk Wreckx-N-Effect 1992 hit "Rump Shaker". Pada tahun yang sama, ia juga melakukan rap bersama teman kecil di hit kedua SWV itu, "Right Here (UK Remix)". Pada tahun 1994, Hugo dan Williams telah membentuk diri sebagai duo produksi di bawah nama lama mereka "The Neptunes", dan asisten-diproduksi "Tonight is The Night" dari album self-titled Blackstreet itu. Selama tiga tahun ke depan mereka terus memproduksi sesekali, dan beberapa hasil memiliki sedikit kemiripan dengan suara Neptunes nanti. Namun, beberapa seperti Mase 1997 lagu "Lookin 'at Me" dari album Harlem World, dan awal yang paling pasti dari khas "Neptunes suara", datang dengan NORE itu "Superthug" pada tahun 1998, mencapai nomor 36 di Billboard Hot 100, dan mendapatkan perhatian luas mereka untuk pertama kalinya. Pada tahun 1999, seorang teman memperkenalkan Pharrell ke Kelis, dan kolaborasi mereka sehingga menghasilkan album Kaleidoscope pertamanya.

1998–2004: The Neptunes


Pada titik ini The Neptunes yang memperoleh fanbase yang luas dan penonton. Pada tahun 2001, The Neptunes diproduksi Britney Spears 'single, "I'm a Slave 4 U" mendapatkan nomor di seluruh dunia pertama mereka satu.  Pada tahun yang sama, NERD, yang terdiri dari Williams, Hugo dan Haley, merilis album pertama mereka, In Pencarian dari ..., di Eropa, di mana album Kelis pertama lebih diterima. Album ini terdengar sangat mirip pekerjaan produksi mereka sebelumnya; kelompok tersebut memutuskan bahwa mereka harus membuat pekerjaan mereka sebagai suara NERD yang berbeda, dan direkam ulang album dengan band rock Spymob. Williams dan Hugo bertemu rap duo Clipse di Virginia Beach pada tahun 1993, di mana mereka menandatangani kontrak dengan Arista Records melalui Williams 'Star Trak Track Entertainment.

Kemudian pada tahun 2002 album mereka diproduksi ulang dirilis di seluruh dunia, dan The Neptunes mencapai nomor satu di AS dengan Nelly single, "Hot in Herre". Pada bulan Agustus tahun yang sama, The Neptunes diberi nama "Producer of the Year" pada kedua Sumber Awards dan Billboard Music Awards. Clipse merilis album debut komersial Lord Willin 'pada bulan Agustus 2002. Album dimulai di nomor satu di Billboard Top R & B / Hip-Hop Album chart dan nomor empat di Billboard 200, didorong oleh dua nya single pertama, "Grindin" dan "When Last Time", yang memuncak di nomor 34 dan nomor 19 masing-masing di Billboard Hot 100.

The Neptunes merilis album self-dikreditkan disebut The Neptunes Hadir ... Clones pada tahun 2003, dengan lagu-lagu dan remix dari berbagai artis. Ini menduduki puncak US Billboard 200 Albums Chart. The Neptunes dan Williams khusus juga disimpan di mata publik terutama disebabkan hubungan dengan Jay-Z, menghasilkan beberapa hit single untuk dia dan dua lagu pada nya The Black Album. Lagu "Frontin'" adalah hit besar (terbesar ke-34 tahun 2003 menurut Billboard). Sebuah survei pada bulan Agustus 2003 menemukan Neptunes menghasilkan hampir 20 persen lagu diputar di radio Inggris pada waktu itu, sebuah survei di Amerika Serikat memiliki mereka di 43 persen. Pada tahun yang sama, The Neptunes remix lagu Daft Punk Keras, Lebih Baik, lebih cepat, lebih kuat untuk duo buruk diterima album remix Daft Club. Lagu ini juga memiliki bagian rap singkat yang dilakukan oleh Williams. 

Kedua album NERD yang funk rock-berorientasi, Fly or Die, yang dirilis Maret 2004 Williams 'mandat batuan lebih lanjut didukung oleh penampilannya di Grammy Awards 2004, The Beatles tampil'. "I Saw Her Standing There" pada drum dengan Sting , Dave Matthews, dan Vince Gill. Williams menerima dua Grammy Awards malam itu, satu untuk Produser of the Year, Non-Classical, dan satu lagi untuk Best Pop Vocal Album untuk karyanya pada album hit Justin Timberlake Justified. Mereka juga mendapatkan pertama mereka Inggris nomor satu, lagi dengan Nelly, dan mengepakkan sayap Anda.

Pada bulan September 2004, Williams adalah fitur pada Snoop Dogg tunggal "Drop It Like It Hot." Lagu ini akhirnya akan mencapai puncaknya di nomor satu di Billboard Hot 100 dua bulan kemudian, menandai Williams 'pertama nomor satu di Amerika Serikat. Lagu ini bernama "Rap Song of Decade" oleh Billboard pada tahun 2009.

SID

Dapat dikatakan bahwa inilah grup band asal Bali pertama yang gaungnya bergema paling kencang di blantika musik Indonesia. Nama SID mulai ramai diperbincangkan penikmat musik Indonesia dan mungkin Asia sejak dirilisnya video klip dari single andalan mereka, 'Punk Hari Ini', di channel televisi musik favorit remaja, MTV Asia, dan semakin lama semakin rajin diputar di stasiun televisi dan radio nasional. Lagu debut regional mereka mendobrak scene musik tanah air yang dipenuhi band-band ganteng dan modis yang kebanyakan membawakan lagu tentang cinta dan patah hati, ditambah lagi aliran yang berbeda dari mainstream saat itu, Band ini lalu secara perlahan meraih popularitasnya di kalangan muda pencinta musik. Aliran musik mereka yang berada di jalur Punk Rock bernuansa Rockabilly, membangunkan kembali industri musik cadas Indonesia yang sempat tertidur dan didominasi band pop.

Dari sebuah band Indie yang memang sudah lumayan terkenal di kalangan pecinta musik minoritas, keputusan mereka untuk meninggalkan komunitas bawah tanah yang jarang terdengar di 'atas tanah' alias industri musik populer Indonesia, SID menandatangani kontrak dengan sebuah perusahaan major label Sony Music Indonesia (SMI), membuahkan kesuksesan dalam perspektif popularitas dan finansial. Walaupun pada awalnya mereka enggan untuk menuruti permintaan SMI agar lirik lagu SID yang kebanyakan dalam bahasa Inggris disesuaikan dalam bahasa Indonesia, namun pada kenyataannya, 13 dari 16 lagu yang termuat dalam album perdana mereka, Kuta Rock City (KRC), menggunakan judul berbahasa Inggris. Artinya bahkan label besar sekelas SMI mendapatkan perlawanan yang cukup sengit dari band pemberontak ini, dan akhirnya pihak label mengalah dengan bersedia mengizinkan album perdana SID didominasi oleh lirik berbahasa Inggris. Hingga akhirnya album KRC dirilis pada tahun 2003.


Sejarah Superman Is Dead

Sejarah SID berawal pada tahun 1995, dari seorang I Gede Ari Astina atau akrab disebut Jerinx (JRX), drummer sebuah band heavy metal bernama Thunder, yang merasa jenuh dan ingin membentuk sebuah band baru, kemudian bertemu di Kuta, Bali, dengan seorang drummer band new wave punk, Diamond Clash, yang bernama Budi Sartika alias Bobby Kool yang juga sedang ingin beralih posisi menjadi gitaris sekaligus vokalis. Mereka berdua kemudian bersepakat untuk membentuk sebuah band beraliran Punk Rock dan diberi nama Superman Silvergun. Untuk mengisi posisi bass, mereka menggunakan seorang additional bassist yang bernama Ajuzt. Pada awal berdirinya, Superman Silvergun membawakan lagu-lagu Green Day, NOFX, dan band-band punk rock internasional lainnya yang cukup berpengaruh pada scene musik underground di Bali pada saat itu. Mereka pun mulai rajin menjajal berbagai panggung musik 'bawah tanah' di sekitar Bali. Beberapa saat kemudian, posisi bassist diisi oleh I Made Eka Arsana alias Eka Rock yang akhirnya menjadi personil inti band hingga sekarang.

Lambat laun personil SID merasa kurang cocok dengan nama Superman Silvergun dan memutuskan untuk menggantinya dengan nama Superman Is Dead (SID) dengan mengambil filosofi dari tokoh fiksi Superman, sang manusia super yang sangat kuat, bisa terbang, kebal api, tahan peluru, mampu menciptakan angin yang sangat kencang dari tiupannya, matanya mengeluarkan sinar laser yang bisa dipakai nge-las karbit, (kepanjangan deskripsinya ya? :D), namun memiliki kelemahan terhadap batu kryptonite dan akhirnya mati di tangan musuhnya, Doomsday. Arti filosofis dari nama Superman Is Dead adalah tidak ada manusia yang sempurna, bahkan sang manusia super sekalipun masih bisa mati. SID kemudian perlahan mulai dikenal, tidak hanya di pulau Bali, namun juga merambah ke kalangan penikmat musik underground di pulau-pulau sekitarnya seperti di pulau Lombok dan Jawa. Buktinya? Saya pada saat masih bersekolah di SMPN 1 Mataram, Lombok, sudah mendengar nama SID sebagai salah satu pengisi acara Festival Underground Total Uyut yang diadakan pada tahun 1996 di Bali. Padahal pada saat itu saya masih bocah ingusan dan belum mengenal internet, hanya tau dari perbincangan dengan teman dan membaca majalah terbitan komunitas underground lokal.


Kuta Rock City

Kuta Rock City menjadi single kedua yang dirilis dalam bentuk video klip SID berikutnya, dan dengan larisnya album KRC ini, SID mulai meraih penghargaan sebagai band pendatang baru terbaik di tahun 2003, dan berbagai penghargaan baik nasional maupun regional diberikan kepada SID. Kini SID sudah semakin melegenda dengan semakin banyaknya massa yang mengapresiasi cara mereka bermusik, dan turut berdatangan juga penghargaan dari sejumlah event award dan insan musik Indonesia, Asia, maupun di dunia. Cukup bangga mengetahui bahwa salah satu band yang sudah saya ikuti sejak lama ini kini memiliki jutaan penggemar, dari tiga orang yang biasa manggung di gigs underground lokal seputaran Bali, menjadi band yang ditunggu-tunggu oleh Outsiders di seluruh Indonesia.

RBX5A2

Saya melihat review yang diberikan oleh Ed Friedland di Youtube untuk gitar bass Yamaha RBX5 A2 dan merasa cukup takjub melihat review tersebut.

Sebuah gitar bass dengan berat hanya sekitar 6kilogram dengan suara berat yang sering saya dengar tapi saya tidak akan menyangka bahwa suara itu keluar dari gitar bass seperti itu.

Berat yang cukup ringan sangat penting bagiku, sejak saya memiliki pundak yang agak rapuh sehingga membuatku merasa sakit setiap berdiri sambil menggendong sebuah gitar bass yang cukup berat.

Saya sendiri sudah memiliki TBC-4 senar banger yang juga sangat ringan, tapi gitar tersebut memiliki suara piano yang tidak begitu saya sukai.

Saya kemudian mencari tahu berapa harganya, sekitar $549 US Dollar di MF (atau sekitar Rp 5.000.000,-) dan sekitar $279 dollar di Zzounds, (hanya Rp 2.500.000,-) Cukup murah, dan layak untuk dibeli. Sedangkan terakhir kali saya cek di toko online Nuansa Musik Indonesia, harganya terus beranjak naik dan kini dijual seharga Rp 6.500.000,-



Saya sangat sangat senang dengan konstruksi nya, tone yang sangat bagus dan lampu LED yang unik di bagian tone nya. Desain fundamental, suara senar E yang sangat gahar, dengan senar B tambahan yang cukup nendang, bahkan dengan amplifier yang biasa biasa saja.

Sebuah gitar pembunuh, bass professional dengan harga amatiran.

Fitur

Berikut ini adalah fitur utama dan spesifikasi dari gitar bass Yamaha RBX 5A2:
  • Warna Body: Putih Glossy / Abu-Abu Aircraft
  • Berat: 3.6kg
  • Strings Scale: 34" (863.6 mm)
  • Alternative Internal Resonance (AIR) Body
  • 2 X Ceramic Bar Single Pick Up System
  • Maple Neck (Bolt on)
  • Rosewood Fingerboard
  • Alternative Internal Resonance Mounting System Bridge
  • Overall Controls: Front Volume (with LED), Rear Volume (with LED), Master Tone
  • MPN: GRBX5A2WH
  • Manufacturer: Yamaha
  • Tahun Peluncuran: 2009

RBX 5A2

Gitar Bass Yamaha RBX 5A2 Warna Putih kombinasi Abu Abu
Gitar Bass Yamaha RBX 5A2 Warna Putih kombinasi Abu Abu

Gitar bass Yamaha RBX 5A2 Putih Abu-Abu dengan fitur konstruksi body A.I.R yang sangat unik dari Yamaha, didesain untuk memberikan suara yang full dari body solid dengan berat yang lebih ringan sekitar 25%. Gitar Bass Yamaha RBX 5A2 dibekali fitur hardware custom, pickups, dan finishing yang unik untuk melengkapi desainnya sebagai gitar bass kontemporer yang penuh gaya.

Fitur Utama Yamaha RBX 5A2 Bass Guitar

Berikut ini adalah fitur utama dan spesifikasi dari gitar bass Yamaha RBX 5A2:
  • Warna Body: Putih Glossy / Abu-Abu Aircraft 
  • Berat: 3.6kg
  • Strings Scale: 34" (863.6 mm)
  • Alternative Internal Resonance (AIR) Body
  • 2 X Ceramic Bar Single Pick Up System
  • Maple Neck (Bolt on)
  • Rosewood Fingerboard
  • Alternative Internal Resonance Mounting System Bridge
  • Overall Controls: Front Volume (with LED), Rear Volume (with LED), Master Tone
  • MPN: GRBX5A2WH
  • Manufacturer: Yamaha
  • Tahun Peluncuran: 2009
Previous PostPostingan Lama Beranda