Tampilkan postingan dengan label Pro Evolution Soccer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pro Evolution Soccer. Tampilkan semua postingan

PES 2016

LOGO_PES_Pro_Evolution_Soccer_2016
Pro Evolution Soccer (PES) 2016 adalah sebuah permainan simulasi sepakbola yang dikembangkan oleh PES Productions dan dirilis oleh Konami untuk sistem operasi Microsoft Windows, konsol PlayStation 3, PlayStation 4, Xbox 360, dan Xbox One. Seri PES 2016 adalah edisi ke-15 dari keseluruhan seri Pro Evolution Soccer yang pernah dirilis sebelumnya.

Sampul dari game ini adalah ilustrasi dari pemain profesional Neymar Jr. yang bermain untuk FC Barcelona (terlihat mengenakan kostum tim nasional Brazil) serta dalam beberapa edisi terlihat juga penyerang Juventus, Alvaro Morata, pada sampulnya. PES 2016 juga merupakan ulang tahun ke-20 PES productions sejak pertama kali mereka membuat sebuah game sepakbola. Nama dari game ini sebelumnya diubah dari "World Soccer: Winning Eleven" menjadi "Pro Evolution Soccer" di wilayah Asia (kecuali Jepang) dan "Winning Eleven" khusus di wilayah Jepang dan sekitarnya.

PES_Pro_Evolution_Soccer_2016_PS4_PS3_XBOX_PC
Seri game PES 2016 yang dirilis untuk konsol PS4, PS3, XBOX, dan PC.

Berikut adalah video trailer peluncuran video game PES 2016 yang dibintangi oleh penyerang Juventus berkebangsaan Spanyol, Alvaro Morata, sebagaimana diambil dari situs YouTube:


Game terbaru PES ini diharapkan bisa membawa kembali kejayaan PES sebagai satu-satunya permainan sepakbola yang paling populer di dunia, setelah tersaingi dengan seri game FIFA yang dirilis oleh pesaingnya, EA Sports, dimana setelah PES 2013, kegagalan PES 2014 membuat banyak basis penggemar Pro Evolution Soccer yang berpindah untuk memainkan game FIFA 14 yang dinilai lebih realistis dan tidak kaku.

Game PES 2016 untuk PC

PES 2016 sendiri sudah dirilis ke dalam format PC dan bisa dimainkan dalam versi yang sama seperti versi PlayStation. Sebelum dua bulan lagi tahun 2016 akan hadir di depan mata, agar tidak ketinggalan dengan gameplay PES terbaru maka tidak ada salahnya apabila kita membuat sebuah simulasi untuk merakit komputer gaming berdasarkan spesifikasi yang direkomendasikan untuk memainkan game PES 2016 ini.

PES_2016_versi_PC_Microsoft_Windows
Games PES 2016 (Pro Evolution Soccer) yang dirilis dalam versi format untuk Microsoft Windows atau PC

Sebagaimana diketahui, tampilan grafis pada PC bisa terasa lebih halus jika dibandingkan dengan pada saat game ini dimainkan dengan konsol PlayStation. Hal tersebut pula yang menjadi sebab mengapa saya lebih suka memainkan game PES di PC ketimbang harus membeli unit konsol PS, karena memang justru tampilannya menurut pribadi saya lebih bagus saat dimainkan di PC.

Merakit PC Gaming Buat PES 2016 dengan Budget 5jt

Spesifikasi minimum system PC sebagaimana dikutip dari Manual Online Guide PES 2016 di alamat www.konami.jp/we/2016/online/manual/pc/en/system.html, adalah sebagai berikut:
  • Sistem Operasi: Windows 10 / 8.1 / 8 / 7 SP1 / Vista SP2.
  • CPU: Intel Core 2 Duo @ 1.8 GHz (AMD Athlon Ⅱ X2 240 atau processor yg setara)
  • RAM: minimum 2 GB
  • Kartu Grafis: nVidia GeForce 8800 / ATI Radeon X1600 / Intel HD Graphics 3000 atau yg lebih baik lagi.
  • Video RAM (VRAM): minimal 512 MB (kalau bisa yg 1024 MB alias 1GB)
  • DirectX: Version 9.0c.
Persyaratan_Spesifikasi_Minimal_Pro_Evolution_Soccer_PES_2016
Persyaratan spesifikasi minimal PC untuk memainkan game Pro Evolution Soccer (PES) 2016

Sedangkan untuk persyaratan sistem PC yg direkomendasikan oleh SystemRequirementsLab.com adalah sebagai berikut:
  • CPU: Intel Core i3, 530 AMD Phenom II X4 925, atau procie yg setara
  • CPU Speed: mengikuti i3-530
  • RAM: minimal 2 GB, 4GB lebih bagus
  • OS: Windows 8.1 / 8
  • Video Graphic Card: nVidia GeForce 7800 / ATI Radeon X1300 / Intel HD Graphics 3000 atau diatasnya
  • Sound Card: Ya, direkomendasikan
  • Free Disk Space: 8 GB
Spesifikasi_PC_yang_direkomendasikan_untuk_memainkan_game_PES_2016
Spesifikasi PC yg direkomendasikan untuk memainkan game PES 2016

Dari data yg sudah diberikan diatas, maka mari kita menyusun simulasi untuk merakit PC gaming untuk memainkan game PES 2016 berdasarkan recommended system requirements yg sudah ada, berikut ulasan satu persatu partsnya:

Disini saya akan menggunakan skor benchmark yg diberikan oleh situs Passmark Software sebagai acuan untuk mengukur performa CPU dan GPU. Bukan karena apa-apa, tapi alasannya memang cara inilah yg saya anggap paling mudah dan sederhana untuk membandingkan kinerja sebuah parts komputer.

CPU / Central Processing Unit

Yg direkomendasikan adalah Intel Core i3 530, AMD Phenom II X4 925 atau procie yg setara. Untuk gampangnya kita ambil Intel Core i3-530 saja. Procie lawas keluaran awal tahun 2010 ini sudah diputus nyawanya oleh Intel (berstatus End-Of-Life) dan masih menggunakan Intel Socket LGA 1156 yg sudah tergolong jadul. Jika ditilik dari skor benchmark-nya adalah 2.577 poin, dan tentu saja masih banyak procie lain yg kinerjanya lebih baik daripada CPU usang ini.

Skor_benchmark_Intel_Core_i3_530
Skor benchmark Intel Core i3-530 @ 2.93GHz

Sedangkan sebagai procie yg setara (atau sedikit lebih baik) dan merupakan procie LGA 1150 termurah yg tersedia di pasaran adalah: Intel Celeron G1840 Tray+Fan Intel LGA 1150. Performanya? Sedikit lebih baik ketimbang Core i3-530. Harganya tergolong sangat murah (maklum, procie lowest-end LGA 1150), yaitu Rp 443.000,- saja.

Skor_benchmark_Intel_Celeron_G1840
Skor benchmark Intel Celeron G1840 @2.80GHz

Jika procie low-end LGA1150 termurah semacam Intel Celeron G1840 saja sudah mampu mengungguli kinerja dari Intel Core i3-530, maka bagaimana dengan yg sedikit lebih mahal diatasnya? Ini dia 'senior'-nya satu tingkat: Intel G3220 Dual Core Box (3.0Ghz, C3Mb, Haswell Series) LGA 1150.

Skor_Benchmark_Intel_Pentium_G3220
Skor benchmark Intel Pentium G3220 (Haswell)

Harga Intel G3220 Dual Core Box pada hari artikel ini ditulis (9/11/2015 pukul 19:55) adalah Rp 725.000,-. Maka sepertinya kita akan memilih procie yg satu ini saja, karena memilih Intel Celeron G1840 rasanya terlalu murah untuk budget Rp 5jt. Untuk kepentingan pemilihan stick RAM nanti, jangan lupa bahwa tipe memory yg didukung adalah RAM DDR3-1333, DDR3L-1333 @ 1.5V.

VGA Card (Video Graphic Accelerator)

VGA_Card_Pixelview_Geforce_GT_640_1GB_DDR3
Untuk kartu grafis, yg direkomendasikan adalah nVidia GeForce 7800 / ATI Radeon X1300 / Intel HD Graphics 3000 atau diatasnya. Pengolah grafis bawaan CPU Intel Graphics HD 3000 dapat ditemui di seri processor Sandy Bridge Core i3 dan di atasnya. Tapi karena kita tidak menggunakan procie tersebut, dan GPU embedded di procie Intel G3220 kemungkinan besar hanya yg setara dengan Intel HD Graphics 2000 saja, maka kita harus memasangkannya dengan sebuah VGA Card.

nVidia GeForce adalah pilihan saya (karena saya tidak terbiasa mengulas ATI, walaupun komputer rakitan pertama saya pada tahun 2006 menggunakan ATI RADEON, tapi kini saya lebih memilih merk NVidia). nVidia GeForce 7800 ini kurang jelas yg dimaksud yg mana, karena ada tiga variannya yg dirilis NVidia pada tahun 2009, yaitu GeForce 7800 GTX 512, GeForce 7800 GTX, GeForce 7800 GT, dan GeForce 7800 GS.

Hanya saja dari segi performa, ketiga kartu ini sama-sama tertinggal jauh bila merujuk ke teknologi yg sudah ada sekarang. Dari segi horsepower, frame rates, dan sebagainya jelas sudah tidak relevan lagi untuk keperluan gaming zaman sekarang meskipun ketiganya telah diberi Video Memory 512MB dan Memory Interface 256-bit, tetap sia-sia bila GPU-nya memang lemot untuk ukuran tahun 2015.

Berikut adalah screenshot dari hasil benchmark GeForce 7800 versi GTX dan GT (skor yg versi GS sudah pasti ada dibawahnya lagi, sehingga tidak perlu ditampilkan ss-nya):

Hasil_benchmark_VGA_Card_GeForce_7800_GT
Hasil benchmark VGA Card NVidia GeForce 7800 GT

Hasil_benchmark_kartu_grafis_GeForce_7800_GTX
Hasil benchmark kartu grafis nVidia GeForce 7800 GTX

Dengan demikian sudah dapat dipastikan bahwa kita tidak akan menggunakan VGA Card ini, selain daripada kinerja kartu grafis yg kurang mumpuni, saya kira pasti sulit juga mencari graphic card ini dalam kondisi baru karena keluaran tahun 2009. Mencari penggantinya gampang-gampang susah, mengapa saya katakan demikian?

Untuk deretan Video Graphic Accelerator yg tersedia di pasaran saat ini, gelar VGA Card termurah tahun 2015 dipegang oleh Axle / Cardex GT 210 1Gb 64Bit DDR3 NVidia PCI Express di harga Rp 395.000,-.

Oh iya, untuk patokan harga saya menggunakan situs Quantum Computer Mangga Dua yg situsnya menurut saya praktis untuk survey harga dan simulasi merakit komputer.

Akan tetapi, belum tentu kita bisa langsung memilih VGA tersebut, karena dari segi performa, hasil benchmark menunjukkan bahwa ia hanya mampu memperoleh nilai 184 saja, alias lebih rendah dari skor 7800 GT (193). Buktinya bisa dilihat di gambar dibawah ini:

Hasil_pengujian_benchmark_GeForce_210_di_bawah_7800_GT
Hasil pengujian benchmark GeForce 210 justru lebih rendah dibanding GeForce 7800 GT

Lalu VGA Card manakah yg pantas untuk kita gunakan dalam merakit PC gaming khusus buat PES 2016 ini?

Jangan khawatir, sebelumnya saya sudah pernah menulis satu artikel tentang Daftar VGA NVidia Terbaik Dengan Harga Dibawah Sejuta Rupiah, bisa dibaca pada artikel tersebut bahwa option termurah dibawah sejuta rupiah dengan pilihan GPU tertinggi (dua digit belakang 40) yg harganya menengah adalah PixelView Nvidia GT 640 1Gb 128Bit DDR3 dengan skor benchmark 1.290 yg dijual seharga Rp 700.000,-.

Performanya? Lumayan untuk kelas GPU low-end! bahkan sepertinya cenderung terlalu berlebihan kalau cuma untuk main PES 2016, tapi kalau memang bagus tapi tetap murah, mengapa tidak?

GeForce GT 640 mampu meraih skor 1.290 poin, atau nyaris 6x lipat kemampuan 9800 GTX

Dengan menggunakan kartu grafis ini, kita sudah melampaui spesifikasi pengolah grafis yg direkomendasikan untuk memainkan game PES 2016 hingga 6 kali lipat lebih jago, dan ini sudah lebih dari cukup. Terlebih lagi untuk CPU sendiri sekitar 23% lebih baik dalam hal nilai benchmark (lagi-lagi benchmark terus yg jadi patokan, paling gampang sih).

Kalau ditotal-total sementara ini untuk procie dan kartu grafis kita sudah menghabiskan Rp 725.000,- untuk processor Intel G3220 Dual Core Box ditambah VGA Card PixelView GT 640 1Gb 128Bit DDR3 NVidia PCI Express seharga Rp 700.000,-, sehingga jumlahnya hanya Rp 1.425.000,-, itu artinya masih ada sisa sekitar Rp 3.575.000,- untuk membeli parts lainnya.

Oleh karena waktu yg menipis dan artikel yg sudah terlalu panjang, mari langsung kita simulasikan saja.

catatan: Dalam simulasi berikut ini, sengaja saya pilihkan monitor ukuran 20" inch agar kepuasan kita saat bermain game PES 2016 tetap terjaga berkat layar yg cukup besar.


KomponenMerkSpekNama BarangHarga
ProcessorIntelHaswell Dual-CoreIntel G3220 Dual Core Box (3.0Ghz, C3Mb, Haswell Series) LGA 1150 Rp725,000.00
VGA CardNvidiaGT 640PixelView GT 640 1Gb 128Bit DDR3 NVidia PCI ExpressRp700,000.00
MotherboardBiostarChipset B85Biostar B85MG intel Socket 1150 Rp778,000.00
RAMTeamDDR3 1333MHzTEAM TPD34GM1333HC9DC01 (2x2Gb), CL 9-9-9-24 DDR3 Rp436,000.00
PSUInfinity450wbundling dengan casing Infinity K-18Rp0.00
Disk DriveToshibaSATA III 7200 RPMToshiba Sata III 500Gb 7200rpm 3.5 Inch (Garansi 2 Thn) Int 3,5 Inch Rp520,000.00
CasingInfinityMid TowerInfinity K-18 + PSU Infinity 450W Rp635,000.00
MonitorBenQLED 20" inchBenQ 20 Inch DL2020 LED Size 20 inch Rp990,000.00
KeyboardPROCATZGaming KeyboardPROCATZ G500 Gaming KeyboardRp95,000.00
MouseMicroPackGaming MouseMicroPack MP-Y4020 (6D) Gaming MouseRp80,000.00
TOTALRp4,959,000.00

PES 2015

Anda yg mengaku sebagai gamers sekaligus penggila bola belum sah kalau belum memainkan video game yg satu ini. Ya, game yg dulunya lebih populer dgn versi Winning Eleven di PlayStation 1 dan 2, lalu kini gamers gibol lebih mengenal versi Pro Evolution Soccer alias PES. Walaupun ia memiliki saingan yg dikeluarkan oleh Electronics Arts (EA Games), yakni game FIFA, game PES besutan Konami ini masih tidak tergoyahkan sebagai video game paling populer di kalangan penggemar sepakbola.

Usia tidak menghalangi orang-orang untuk memainkan video game ini, tidak hanya di rumah, bahkan hingga di kantor para pegawai / karyawan laki-laki banyak yg membawa konsol PlayStation atau laptop mereka, lengkap bersama stick PS2/XBOX untuk bertanding melawan rekan sekerja di kantor.

Sekedar informasi, perbedaan antara game Winning Eleven dgn Pro Evolution Soccer (PES) adalah: selain dari perbedaan nama, lisensi, region, tidak ada perbedaan dari segi gameplay. Penjelasannya bisa dibaca disini: Perbedaan Winning Eleven (WE) dengan PES (Pro Evolution Soccer)

Sebagaimana yg telah kita ketahui, Konami sebagai produsen dari game ini telah merilis seri terbaru dari PES yaitu Pro Evolution Soccer 2015. Gamers bisa memainkan versi konsol PlayStation maupun versi PC. Tetapi mana yg lebih baik: Membeli PlayStation 4 untuk memainkan PES 2015 atau merakit sebuah PC gaming?

Artikel ini akan menjawabnya secara terperinci untuk Anda.

Playstation 4 plus PES 2015

Untuk memainkan game ini di konsol PlayStation 4, maka Anda harus merogoh kocek cukup dalam. Mengingat tidak hanya diperlukan sebuah konsol lengkap berikut controller plus CD game dari PES 2015, Anda juga diwajibkan menyediakan sebuah televisi LCD/LED layar datar karena konsol ini tidak mendukung penggunaan TV tabung secara langsung (lagipula siapa yg mau memainkan game resolusi HD di sebuah TV tabung?).

Tidak sedikit orang yg membandingkan kualitas grafis video game yg dimainkan melalui Playstation, XBOX, maupun PC, dimana menurut pendapat pribadi saya, jelas detail grafis PC paling jago dibanding lainnya karena bisa disetting tergantung kemauan (dan spek rig PC Gaming tentunya).

Dari segi budget, dan berdasarkan penelusuran di sebuah situs online shopping terkenal Indonesia, paket bundling PS4 plus game PES 2015 dihargai Rp 5,8 juta rupiah. Ditambah monitor (televisi) layar datar LED ukuran 32" inch termurah mungkin bisa didapat dgn harga Rp 2,5 juta rupiah. Itu artinya Anda wajib menyediakan dana minimal Rp 8,3 juta rupiah untuk dapat memainkan game ini di rumah.

free-toshiba-32RL953-tv-ps3-slim-large
Siapkan 8,5 juta rupiah jika ingin menebus kedua perangkat ini di rumah Anda.

Lalu bagaimana dgn opsi merakit PC Gaming?Apakah bisa menjadi lebih murah atau justru lebih mahal? Langsung saya jawab aja ya, kalau sekedar untuk memenuhi reccomended requirements PES 2015 saja, merakit PC Gaming bisa jadi jauh lebih murah ketimbang membeli konsol game (berikut gamenya). Selain itu dari segi fungsi jelas PC jauh lebih bervariasi ketimbang PS yg hanya bisa bermain game atau memutar DVD Blu Ray saja.

Merakit Komputer Gaming Untuk PES 2015

Sebagaimana dikutip dari situs SystemRequirementsLab.com, spesifikasi minimum yg dibutuhkan agar bisa memainkan game ini adalah processor Intel Core 2 Duo @ 1.8 GHz atau AMD Athlon II X2 240 berkecepatan minimal 1.8 GHz, kapasitas RAM minimal 1 GB, VGA Card NVIDIA GeForce 6800 atau ATI Radeon X1300 ataupun kalau menggunakan Video Card integrated/dedicated, maka tidak kurang dari Intel HD Graphics 2000 (dgn 512 MB VRAM), berjalan di Windows Vista SP2/ 7 SP 1 serta membutuhkan kapasitas storage kosong sebesar 8GB. Tetapi tentu saja kita tidak ingin membangun komputer cetek model begini.

Minimum_Recommended_Requirements_Pro_Evolution_Soccer_PES_2015
Minimum dan Recommended Requirements untuk PES 2015 terbilang rendah / low-end PC.

Untuk recommended requirements alias spesifikasi yg disarankan oleh situs tersebut adalah procie Intel Core i3-530 atau AMD Phenom II X4 925 dgn kecepatan CPU minimal 2.93 GHz, kapasitas RAM paling kecil 2 GB, operating system minimal Windows Vista SP2/ 7 SP 1, dan VGA Card paling tidak NVIDIA GeForce 7950 atau ATI Radeon HD 2400 atau kalaupun pakai video card dedicated minimal yg sudah Intel HD Graphics 3000 (dgn VRAM 1 GB).

Tetapi menggunakan Intel HD Graphics walaupun sudah versi 4000, 4400 atau seterusnya, tetap saja menyimpan masalah karena pengaturan VRAM default dari intel yg hanya 32 / 64 Mb saja, sehingga untuk memperbesar kapasitas VRAM pada dedicated GPU semacam Intel HD Graphics akan mengambil sumber dari kapasitas RAM komputer Anda yg bisa dilakukan melalui setting di BIOS.

Tetapi saya tidak menyarankan mengikuti recommended requirements tersebut diatas. Mengapa demikian? Kita lihat bahwa spek PC yg disebutkan diatas masih masuk ke kategori low-end PC gaming. Berhubung kebutuhan spek gaming PC yg terus meningkat setiap tahunnya, jika Anda memutuskan untuk merakit komputer dgn spek minimum seperti diatas, maka Anda akan langsung tertinggal tahun depan plus kemungkinan berat untuk memenuhi persyaratan minimal untuk PES 2016. Jadi kita akan kalikan dua spek diatas!

Central Processing Unit (CPU) alias Procie

Untuk procie, yg direkomendasikan oleh situs SystemRequirementsLab.com untuk bermain game PES 2015 adalah Intel Core i3 530 @ 2.93GHz yg masih menggunakan Socket LGA1156, CPU ini menghasilkan angka rataan benchmark sebesar 2580 sehingga menempati peringkat 777 di daftar Procie terbaik sepanjang masa.

Benchmark_Intel_Core_i3_530
Benchmark Intel Core i3 530 @2.93GHz.
Harganya kini sekitar Rp 817.000,-. Procie generasi pertama core-i3 ini bukan tergolong high-end, melainkan masuk kategori "High to Mid range CPU", tetapi karena socket yg digunakan sudah tergolong jadul (diperkenalkan January 2010 jadi wajar masih pakai LGA 1156), maka kita tingkatkan saja menjadi yg lebih update yaitu procie berbasis socket LGA 1150 saja supaya kekinian plus lebih gampang upgrade di masa mendatang. Selain itu teknologi terbaru memang menawarkan perbaikan-perbaikan dibandingkan seri yg lebih lama, termasuk efisiensi dan konsumsi daya yg lebih rendah (selain dari speed).

Pilihan saya jatuh kepada Intel Core i3-4170 @ 3.70GHz (Haswell series) yg harganya terpaut cukup jauh dari i3-530, yaitu di sekitar Rp 1.440.000,-. Tetapi penambahan harga ini menghasilkan lonjakan performa yg cukup signifikan.

Update terakhir tanggal 3 Agustus 2015, saat USD sudah di angka Rp 13.550,-/1 dollar Amerika, maka harga CPU Intel Core i3-4170 ikut naik ke Rp 1.530.000,-.

Hasil_Benchmark_Intel_Core_i3_4170
Hasil Benchmark Intel Core i3-4170 @ 3.70GHz oleh Passmark.

Video Graphic Accelerator alias VGA

Spek VGA yg disarankan adalah NVIDIA GeForce 7950 dgn kapasitas VRAM 1Gb, namun versi ini jelas sudah jauh ketinggalan zaman.

Spesifikasi & hasil benchmark GPU GeForce Go 7950 GTX yg hanya memunculkan angka 265.
Oleh karena itu, kita sudah pasti tidak akan memasangkan VGA Card ini dengan CPU Intel Core i3-4170 @ 3.70GHz yg sudah dipilih sebelumnya.

Pilihan saya tidak pernah jauh-jauh dari NVidia GeForce GTX 650 Ti 1Gb, bisa juga pilih versi VRAM 2GB seperti Zotac GTX 650 Ti Boost 2Gb DDR5 NVidia PCI Exp. yg dihargai sekitar Rp 1.623.000,- (lihat kurs dollar terlebih dahulu, pada waktu artikel ini ditulis, mata uang Dollar sedang mengamuk di seluruh dunia hingga rupiah tunduk di angka Rp 13.450,-).

Update, selain Core i3-4710 yg mengalami kenaikan harga sebesar 90 ribuan menjadi Rp 1.530.000,-, harga VGA Card dengan GPU NVidia GTX 650 Ti juga ikut mengalami kenaikan. Khusus untuk merk Zotac GTX650Ti, di situs rakitan.com sudah tidak tersedia lagi. Yg ada hanya PixelView GTX650Ti 1Gb 128bit DDR5 yg dijual seharga Rp 1.737.000,- (sebelumnya Rp 1.610.000,-. Sebenarnya momen seperti sekarang saat Dollar sedang tinggi-tingginya, kurang tepat sih kalau pengen ngerakit komputer, mengingat harga parts komputer di Indonesia sangat dipengaruhi oleh kurs Dollar Amerika (USD).


Motherboard alias MoBo

Sebelum membahas MoBo, sebaiknya Anda perlu mengetahui perbedaan seri chipset yg digunakan masing-masing motherboard. Untuk MoBo dengan socket Intel LGA 1150, hingga saat ini ada enam chipset berbeda yg tersedia di pasaran, dibagi menjadi dua kategori: kelas konsumen & kelas bisnis. Chipset yg diperuntukkan untuk konsumen diantaranya Z87, H87, & H81 adalah ditujukan untuk pengguna rumahan kelas menengah ataupun enthusiast plus termasuk di dalamnya sejumlah fitur yg ditujukan untuk meningkatkan performa system secara keseluruhan. Sedangkan chipset yg diperuntukkan untuk kelas bisnis (Q87, Q85 and B85), tidak terlalu banyak fitur performa yg dibenamkan tetapi lebih kepada fitur-fitur yg utamanya sangat berguna bagi departemen IT dalam perusahaan-perusahaan besar.

Selengkapnya bisa dibaca disini: Perbedaan B85 H81 H87 Z87 Z97 pada Motherboard Intel Socket LGA 1150.

Untuk motherboad yg menggunakan socket LGA 1150, ada beberapa pilihan murah tapi menggunakan chipset yg bagus untuk Motherboard Intel Socket LGA 1150 yg tersedia di pasaran dan bisa Anda pertimbangkan untuk digunakan pada rig Anda. Misalnya B85H3-M7 Intel Socket LGA 1150 yg kini berharga Rp 927.000,- (sebelumnya Rp 789.000,-). Alasannya bisa dibaca link yg sudah diberikan diatas, intinya sangat bermanfaat jika kita berencana untuk upgrade parts di masa mendatang.

Jon Kabira

Jon Kabira
Ketika zaman kejayaan PlayStation (PS) 1 dan PS 2, Anda yg hobby memainkan game Winning Eleven (WE) di tahun 1998 hingga 2004 mungkin akrab dengan kalimat komentator berbahasa Jepang yg mengatakan "wan tu..." (saat melakukan trik one-two) ataupun "shyutooo...!!!" ketika menendang bola ke arah gawang.

Ya, itu adalah ciri khas komentator di game WE tersebut. Komentator tersebut adalah Jon Kabira. Lahir pada tanggal 1 November 1958 di Naha - Okinawa, Jepang, ia adalah salah satu presenter, penyiar radio, narator, dan komentator yg sering diafiliasikan dengan Sony Music Artists. Ia sangat terkenal di Jepang dengan berpartisipasi di berbagai iklan TV, acara Televisi, dan pekerjaan yg terkait dengan audio-visual.

Jon Kabira sebagai pengisi narasi komentator di PES 2014.
Jon Kabira sebagai pengisi narasi komentator di PES 2014.

Suara dari Kabira ini sangat dikenal tidak hanya di Jepang atau Asia saja, bahkan hingga ke Afrika, Amerika dan Eropa oleh karena narasinya sebagai komentator di seri video game Winning Eleven keluaran Konami. Namun tidak banyak orang yang mengetahui sosok asli dari komentator legendaris ini. Di edisi World Soccer: Winning Eleven 2011, dia menjadi komentator bersama ex pemain sepakbola Jepang, Tsuyoshi Kitazawa dan Hiroshi Nanami.

Jim Beglin dan Jon Champion

Di edisi Winning Eleven terakhir (2015), bahkan ada tambahan opsi bahasa China selain dari Bahasa Jepang sebagai narasi komentator saat sedang bertanding. Tetapi jika Anda memilih untuk bahasa Inggris, maka Anda akan mendengar nama Jon Champion dan Jim Beglin yg bercuap-cuap menemani pertandingan Anda. Telinga Anda akan sering mendengar sebutan kalimat: "I'm Jon Champion, and my co-commentator Jim Beglin.."

Jim Beglin dan Jon Champion sebagai komentator di seri video game Pro Evolution Soccer.
Jim Beglin dan Jon Champion sebagai komentator di seri video game Pro Evolution Soccer.

Setiap kali akan memulai pertandingan di PES, Anda akan mendengar kalimat percakapan seperti ini:
  • Jon: "I'm Jon Champion and alongside me, is Jim Beglin.."
  • Jim: "Hi Jon, hello everyone.."
Terasa familiar bukan? (khusus penggila PES) Hingga kini di PlayStation 4 yang memainkan game Pro Evolution Soccer 2015, Anda akan tetap mendengar suara dari komentator Jim Beglin dan Jon Champion.

Saya sendiri masih lebih menyukai gameplay PES 2013 dan tetap memainkannya hingga sekarang. Baru-baru ini saya menginstall Patch versi 7.0 yang di download dari Kuyhaa-Android.blogspot.com dan berhasil memainkan, walaupun harus klik "Run as Administrator" terlebih dahulu di file PES2013.exe saat akan memainkannya.

WE vs PES

Pro_Evolution_Soccer_PES_2015_PlayStation_PS4
Apa sebenarnya perbedaan diantara Winning Eleven dengan Pro Evolution Soccer (PES)?
Jawabannya secara garis besar adalah TIDAK ADA. Ya, sebenarnya tidak benar-benar sama persis, sebagaimana dua-duanya adalah game yg sama, tetapi ada sejumlah perbedaan kunci yg membuat mereka harus diberi judul game yg berbeda: PES adalah reinkarnasi dari Winning Eleven.

Untuk menelaah lebih lanjut, kita harus kembali ke zaman kejayaan PlayStation 2, dimana mereka yg beruntung tinggal di Jepang memiliki kesempatan untuk mencicipi terlebih dahulu versi Winning Eleven yg baru dirilis, sementara mereka yg tinggal di Eropa, harus menunggu untuk versi Pro Evolution Soccer yg dirilis setelahnya. Walaupun di masa kini, dua judul game yg berbeda tapi isinya sama ini diluncurkan selalu berbarengan.

World_soccer_Winning_Eleven_2015
World Soccer Winning Eleven 2015, dengan Keisuke Honda sebagai covernya.

Winning Eleven pertama kali diluncurkan untuk konsol game Playstation via cakram pada awal tahun 1995 dan telah berkembang dari tahun ke tahun (masih melalui platform yg sama) hingga ke Winning Eleven 2014-2015. Kini Anda bisa menemukan game Winning Eleven diantara semua konsol game mulai dari Nintendo Wii, PlayStation 3 dan 4, PlayStation Portable (PSP) dan Xbox 360 sementara Konami masih memproduksi versi Personal Computer (PC) bahkan juga versi Winning Eleven untuk PS2 bagi mereka yg belum bisa move on dari tahun 90-an!

Perbedaan WE dengan PES

Winning_Eleven_Region_3_Edisi_Spesial_Jepang
Lalu apa perbedaan mendasar yg membedakan antara PES dengan Winning Eleven?
Ya, selain dari tanggal peluncuran yg berbeda tipis dan variasi bahasa (walaupun Anda bisa mengubah bahasa di game Winning Eleven ke dalam bahasa Inggris), adalah region. Winning Eleven (WE) adalah game yg ditujukan untuk region 3 (Jepang dan Asia). Sebagaimana yg mungkin telah Anda ketahui, secara umum ada 3 kode regional dalam hal peluncuran game: yakni region 1, 2, and 3. Dua regional awal, yaitu 1 dan 2, Pro Evolution Soccer mempertahankan judul aslinya, sementara di Winning Eleven adalah judul yg ditujukan khusus untuk region 3.

Mengapa demikian? Selain dari deskripsi singkat yg indah tentang sepakbola (Winning Eleven = Kesebelasan Pemenang), sebuah teori menyatakan bahwa merk dagang Winning Eleven sudah terlanjur melekat pada benak gamers di wilayah Asia, sementara itu nama yg sama tidak memiliki keberuntungan dari sudut pandang kesuksesan di luar Asia, dimana mereka bersaing ketat dan harus menerima kenyataan bahwa game FIFA lebih disukai oleh penggemar Amerika dan Eropa. Oleh karena itu, Konami memilih nama Pro Evolution Soccer sebagai merk dagang di region 1 dan dua, lalu tetap menggunakan nama merk dagang Winning Eleven di wilayah Asia. Sehingga kesimpulannya, Winning Eleven (WE) pada dasarnya adalah Pro Evolution Soccer dengan sejumlah perubahan yg hanya tersedia secara ekslusif untuk penggemarnya di pasar Jepang dan Asia.

Region Server Lock

Tetapi Anda harus tahu bahwa ada region server lock pada aplikasi Winning Eleven, Konami melarang akses pada online server berdasarkan regionnya. Artinya para pemain WE tidak akan bisa bertanding melawan pemain PES di region 1 dan 2, begitu juga sebaliknya. Jadi untuk pengalaman online yg terbaik, sangat disarankan bagi Anda untuk memainkan game berdasarkan region dimana Anda berada.

Sementara itu, bicara tentang region lock, Jepang memiliki versi Winning Eleven tersendiri. WE versi Jepang ini juga memiliki server online tersendiri, terpisah dari semua pemain WE di region 3. Selain itu WE Jepang ini memiliki sebuah liga J-League DLC khusus dan ekslusif yg tidak tersedia di versi region lainnya. Entah mengapa Konami memilih untuk tidak menyediakan J-League DLC di seluruh region membuat saya bertanya-tanya, padahal Konami menyertakan Liga Brazil dan Liga Argentina yg full berlisensi tetapi tidak ada J-League? Justru seharusnya mereka menyediakan J-League yg akan bermanfaat bagi liga mereka sendiri dan mendapat perhatian dari kalangan penggemar bola di seluruh dunia. Kesempatan bagi mereka untuk memperkenalkan para pemain Jepang yg berlaga di liga mereka sendiri. Bukankah itu akan bermanfaat bagi persepakbolaan Jepang?

Referensi

  1. http://winningeleven.asia/we-vs-pes
  2. http://soccerlens.com/winning-eleven-pes-whats-the-difference/71953/
Previous PostPostingan Lama Beranda