Power Rangers
Bandai Power Rangers Super Rangers Gold and White.
Mighty Morphin Power Rangers: Whiter Rangers
Mighty Morphin Power Rangers: Green Power Rangers
Ben 10
Digimon
~the end~
Captain America (Not Action Figure)
Captain America (Action Figure)
Punisher
Fantastic Four
Blade
X-Men Action Figures
Spiderman
Daredevil Action Figure
HULK Action Figure
Elektra
Ghost Rider
Iron Man
Thor Action Figure
Wolverine
~The End~
Windows 8
Peringatan: Sebelum Anda membaca artikel ini, sebaiknya Anda memahami terlebih dahulu bahwa pembajakan adalah sebuah kejahatan (kalo bahasa Afrika Selatannya: Piracy is a Crime!).
Sebagian dari software yang saya infokan di artikel ini adalah hasil kejahatan pembajakan. Jika Anda memiliki uang lebih untuk membeli perangkat lunak / original software nya, maka sebaiknya Anda membeli yang asli. Tapi jika Anda hanya ingin mencoba-coba saja (kalau ketagihan lalu keterusan, itu sudah resiko masing-masing), maka silakan lanjutkan membaca artikel ini. :D
Bagi Anda yang ingin menginstall Windows 8 Enterprise N Build 9200 di Laptop/PC Anda, tidak usah khawatir, caranya cukup mudah dan singkat saja (apabila Anda sudah memiliki Windows 8 installer). Yang terpenting sediakan sebuah CD installer Windows 8, sebuah DVD R/W (internal ataupun external), dan sebuah modem untuk aktivasi Windows 8 Anda.
Sebagian dari software yang saya infokan di artikel ini adalah hasil kejahatan pembajakan. Jika Anda memiliki uang lebih untuk membeli perangkat lunak / original software nya, maka sebaiknya Anda membeli yang asli. Tapi jika Anda hanya ingin mencoba-coba saja (kalau ketagihan lalu keterusan, itu sudah resiko masing-masing), maka silakan lanjutkan membaca artikel ini. :D
Bagi Anda yang ingin menginstall Windows 8 Enterprise N Build 9200 di Laptop/PC Anda, tidak usah khawatir, caranya cukup mudah dan singkat saja (apabila Anda sudah memiliki Windows 8 installer). Yang terpenting sediakan sebuah CD installer Windows 8, sebuah DVD R/W (internal ataupun external), dan sebuah modem untuk aktivasi Windows 8 Anda.
Bagi Anda yang belum memiliki installernya, tidak perlu risau, siapkan sebuah DVD R/W kosong, lalu download installernya disini: Download Windows 8 Enterprise 64bit Full. Kemudian setelah seluruh file selesai didownload, extract dan bakar file installernya ke dalam DVD R/W kosong tersebut.
Caranya cukup ikuti langkah-langkah sebagai berikut:
- Hidupkan PC/Laptop Anda
- Masukkan CD/DVD installer Windows 8 Enterprise N build 9200 ke dalam DVD R/W.
- Tekan tombol "delete" saat komputer booting (sebelum masuk ke sistem operasi), kemudian masuk ke pengaturan BIOS.
- Ubah prioritas booting di settingan BIOS menjadi DVD R/W di posisi paling atas/paling pertama. Kemudian "Save settings and Exit" untuk restart kembali.
- Pada saat booting, tunggu hingga muncul tulisan "Press any key to boot from DVD R/W...", lalu tekan tombol apa saja.
- Ikuti petunjuknya, kemudian apabila ada pilihan untuk menginstall di hard drive primary, pilih hard drive yg ingin Anda gunakan (biasanya Drive C: Primary 1). Jika sebelumnya Anda sudah memiliki versi Windows yang lain sudah terinstall pada komputer Anda, Anda bisa menghapusnya dengan mengklik "advanced option" lalu menghapus versi tersebut dengan mengklik tombol delete di drive paling atas yang sebelumnya terinstall windows. Jika Anda ingin menyimpan file-file lama Anda, maka langsung pilih drive yang akan diinstall (C:Primary), dan file-file tersebut akan disimpan di dalam sebuah folder yang bernama folder Windows.old.
- Setelah Windows 8 berhasil diinstall, ikuti petunjuk berikutnya dengan mengisi nama dan data lainnya (password boleh tidak diisi agar lebih mudah/ optional), memilih warna tema, lalu masuk ke desktop.
- Setelah masuk ke desktop Windows pertama kalinya, segera matikan fitur Windows Update terlebih dahulu untuk mencegah Windows melalukan update otomatis dan memverifikasi keaslian Windows Anda. Pergi ke Control Panel - System - Windows Update - Change Settings (ubah pilihan menjadi never check for updates)
- Install software modem terlebih dahulu agar PC bisa berkomunikasi dengan internet. Ini diperlukan untuk menginstall net framework 3.5 dan net framework 2.0 sebelum menginstall driver dan apps lainnya. Net framework ini penting agar Windows bisa diaktivasi dan bisa diinstall aplikasi pendukung lainnya termasuk games dan software (office, photoshop, dll)
- Connect modem ke internet, kemudian pergi ke Control panel - Program and features - Turn on/off program features, kemudian centang di net framework 3.5 (including net framework 2.0), ikuti petunjuk selanjutnya.
- Setelah berhasil menginstall net framework 3.5 dan 2.0, baru install driver-driver lainnya (driver bawaan motherboard, sound, DVD R/W, VGA card, chipset driver, dll).
- Kemudian aktivasi Windows 8 Anda dengan menggunakan Windows 8 Activator. Anda bisa mendownload Windows 8 Activator disini: Windows 8 Enterprise N Build 9200 KMSPico Activator.
- Setelah selesai mendownload KMSPico Activator, matikan antivirus terlebih dahulu (temporary disable) apabila Anda sudah terlanjur menginstall AntiVirus di PC Anda. Lalu jalankan KMSPico Activator dan ikuti petunjuknya.
- Saya sudah mencoba dan Windows saya kini berstatus activated. Semoga berhasil!
Selain dari driver-driver penting, berikut ini adalah beberapa program yang mungkin perlu Anda install sebelum Anda mulai menggunakan Windows Anda:
- Google Chrome.
- Mozilla Firefox.
- Adobe FlashPlayer.
- Java.
- WinRAR.
- Internet Donwload Manager.
- Virtual Clone Drive.
Selain itu, karena installer Windows 8 Enterprise N Build 9200 tidak menyediakan Windows Media Player serta Microsoft Office secara built-in dalam paket installernya, maka Anda harus mendownload / menginstall sendiri program-program tersebut. Tidak usah khawatir, selama koneksi internet Anda masih kencang dan kuota Anda masih banyak atau unlimited, Anda bisa mendapatkannya disini:
- Microsoft Office (All Version)
- Coreldraw X6 Full
- Adobe Photoshop (All Version)
- GOM Media Player
Untuk selanjutnya, Anda bisa mencari berbagai program di internet yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Tapi tetap waspada dengan virus yang mungkin bersembunyi di dalam file crack/keygen software yang Anda download, jadi pastikan website yang Anda gunakan sebagai referensi adalah sumber yang benar-benar dapat dipercaya.
Special credit to: http://www.kuyhaa-android19.com (thanks for making my day)
Tips
Sedikit curhat terlebih dahulu.
Baru-baru ini komputer saya mengalami kerusakan. Ketika dihidupkan, komputer terkadang berhasil booting dan masuk Windows (Windows yang saya gunakan sebelum ini adalah Windows 7 SP-1). Dan apabila setelah tombol power ditekan lalu dibiarkan, maka komputer akan terus menerus restart-booting-(kadang masuk Windows)-restart-booting-dan seterusnya (loop). Awalnya saya berusaha memperbaiki sendiri dengan membersihkan komputer dari debu, karena terkadang debu juga menyumbat bagian penting komputer sehingga mengakibatkan panas tidak terbuang dan komputer restart secara otomatis karena overheating, dan cara ini gagal.
Saya lalu menemui tempat yang menawarkan tempat service di dekat rumah, dan teknisi tersebut memeriksa PSU saya menggunakan sebuah multimeter khusus untuk PSU, dan dia mengatakan bahwa PSU saya bermasalah. Oke, saya dengan mudahnya percaya dan langsung membeli PSU baru dengan tipe dan seri yang sama (Corsair CX600) di Hi-Tech Mall seharga Rp 865.000,-. Di Hi-Tech Mall PSU langsung saya pasangkan, dan sesampainya di rumah saya langsung mencoba menghidupkan komputer saya kembali. dan voila! TIDAK BERHASIL! PC saya masih restart berulang-ulang. (Terima kasih kepada tempat service komputer di dekat rumah, berkat Anda saya kini memiliki dua buah PSU Corsair CX600 yang berfungsi normal semua. :( (rencana akan dijual di Kaskus)
Akhirnya karena tidak punya waktu luang untuk mencari tempat service lagi, saya mencoba untuk mencari teknisi / jasa service komputer panggilan. Dan saya mendapatkan satu nama yang terpilih, akhirnya yang bersangkutan datang untuk memeriksakan komputer saya. Teknisi yang satu ini cukup teliti, dia memeriksa satu persatu parts komputer saya. Berikut ini adalah step by step yang dia lakukan ketika memeriksa komputer saya:
Saya kemudian meminta penjelasan di bagian mana motherboard yang mengalami kerusakan sehingga mengakibatkan komputer restart terus-menerus (endless restart / loop), dan yang bersangkutan memberikan jawaban yang cukup masuk akal, yakni salah satu atau beberapa kapasitor di motherboard mati atau rusak (misalnya lambat charging sehingga membuat CPU kekurangan daya listrik). Maklum, saya cukup trauma dengan teknisi sebelumnya yang salah mendiagnosa sehingga saya terlanjur membeli PSU baru padahal PSU yang sebelumnya tidak rusak.
Karena penjelasan yang bersangkutan cukup masuk akal, saya percaya dan meminta saran dari yang bersangkutan. Dia menyarankan saya untuk membeli motherboard baru, karena dia sendiri tidak bisa memperbaiki motherboard rusak. Berhubung saya sibuk pada hari kerja dan tidak sempat membeli motherboard baru, maka saya menitipkan kepada teknisi tersebut dan memberinya sejumlah uang sebagai down payment. Berhubung saya menggunakan processor intel dengan socket LGA 1155, maka motherboard yang saya pilih adalah Motherboard MSI B75MA-P33 LGA 1155. Mengapa saya memilih merk MSI (Graphic Card yang saya gunakan adalah MSI GeForce GTX 460 1GB)? Agar sama dengan merk VGA Card yang saya gunakan. Lalu mengapa saya memilih seri B75, karena B75 sudah mendukung USB 3.0 dan chipsetnya sudah mendukung pemakaian processor intel seri Sandy Bridge dan Ivy Bride tanpa perlu repot-repot melakukan update BIOS. Anda bisa membaca di artikel saya sebelumnya tentang Tips Memilih Motherboard.
Akhirnya pada hari selasa lalu (15/04), yang bersangkutan datang ke rumah saya dengan membawa motherboard yang saya pilih sebelumnya. Singkat cerita, motherboard baru dipasang, PC diinstall ulang dengan sistem operasi OS Windows 8 64bit karena processor yang saya gunakan adalah berbasis 64-bit (x64-bit based processor)
Just info, rig PC yang saya gunakan adalah sebagai berikut (diambil dari simulasi di rakitan.com):
Sorry bukan bermaksud sombong, masih banyak enthusiast yang punya rig jauh lebih sangar daripada PC saya.
Setelah seminggu dipasang, ternyata PC saya kembali lancar dan tidak restart lagi. Itu berarti permasalahannya memang benar-benar di motherboard. Thanks buat bro Nugroho atas bantuannya. PSU yang double beserta motherboard yang rusak sudah laku terjual di Kaskus. Laku cepat karena keduanya masih ada garansi 1 tahun.
Sekarang kita lanjut dengan menginstall Windows 8 Enterprise N Build 9200 untuk PC saya.
Baru-baru ini komputer saya mengalami kerusakan. Ketika dihidupkan, komputer terkadang berhasil booting dan masuk Windows (Windows yang saya gunakan sebelum ini adalah Windows 7 SP-1). Dan apabila setelah tombol power ditekan lalu dibiarkan, maka komputer akan terus menerus restart-booting-(kadang masuk Windows)-restart-booting-dan seterusnya (loop). Awalnya saya berusaha memperbaiki sendiri dengan membersihkan komputer dari debu, karena terkadang debu juga menyumbat bagian penting komputer sehingga mengakibatkan panas tidak terbuang dan komputer restart secara otomatis karena overheating, dan cara ini gagal.
Saya lalu menemui tempat yang menawarkan tempat service di dekat rumah, dan teknisi tersebut memeriksa PSU saya menggunakan sebuah multimeter khusus untuk PSU, dan dia mengatakan bahwa PSU saya bermasalah. Oke, saya dengan mudahnya percaya dan langsung membeli PSU baru dengan tipe dan seri yang sama (Corsair CX600) di Hi-Tech Mall seharga Rp 865.000,-. Di Hi-Tech Mall PSU langsung saya pasangkan, dan sesampainya di rumah saya langsung mencoba menghidupkan komputer saya kembali. dan voila! TIDAK BERHASIL! PC saya masih restart berulang-ulang. (Terima kasih kepada tempat service komputer di dekat rumah, berkat Anda saya kini memiliki dua buah PSU Corsair CX600 yang berfungsi normal semua. :( (rencana akan dijual di Kaskus)
Akhirnya karena tidak punya waktu luang untuk mencari tempat service lagi, saya mencoba untuk mencari teknisi / jasa service komputer panggilan. Dan saya mendapatkan satu nama yang terpilih, akhirnya yang bersangkutan datang untuk memeriksakan komputer saya. Teknisi yang satu ini cukup teliti, dia memeriksa satu persatu parts komputer saya. Berikut ini adalah step by step yang dia lakukan ketika memeriksa komputer saya:
- Awalnya dia mencoba menghidupkan PC saya, dan dia sudah mengetahui bahwa komputer tersebut selalu restart dan terkadang gagal booting. Lalu dia menawarkan untuk install ulang terlebih dahulu, dan saya mengiyakan dengan menggunakan Windows 8 64-bit. Ternyata setelah diinstall ulang, permasalahan masih tetap muncul, komputer saya masih restart.
- Kemudian dia membongkar CPU, dan memeriksa parts satu persatu, dimulai dari PSU. Teknisi tersebut memeriksa menggunakan AVOmeter, dan memang menurut dia tegangan PSU saya hanya 10 volt. Berbeda dari keterangan di box yang menyatakan teganannya 12v. Tapi karena saya telah menggunakan PSU merk itu dengan spek rig yang sekarang selama 2 tahun tanpa masalah, jadi itu bukan titik permasalahannya.
- Lalu teknisi tersebut memeriksa VGA saya, mencabut dan membersihkannya, lalu menghidupkan komputer tanpa VGA Card. Dan komputer tersebut masih restart juga.
- Kemudian dia memasang kembali VGA dan mencabut hardisk saya, lalu menggantinya dengan hardisk yang sudah dia bawa sebelumnya. Tetap restart juga.
- Lalu dia mencabut dan membersihkan kartu memory saya, tetap restart. Dicabut dan ditukar posisinya (saya menggunakan dua buah kartu memory Corsair 2x4GB), masih tetap restart juga. Kemudian yang bersangkutan memeriksakan memory saya dengan sebuah software khusus untuk memeriksa memory, dan test result yang keluar adalah memory tersebut OK dan masih bagus.
- Akhirnya dia tiba pada suatu kesimpulan, bahwa yang bermasalah adalah motherboard.
Saya kemudian meminta penjelasan di bagian mana motherboard yang mengalami kerusakan sehingga mengakibatkan komputer restart terus-menerus (endless restart / loop), dan yang bersangkutan memberikan jawaban yang cukup masuk akal, yakni salah satu atau beberapa kapasitor di motherboard mati atau rusak (misalnya lambat charging sehingga membuat CPU kekurangan daya listrik). Maklum, saya cukup trauma dengan teknisi sebelumnya yang salah mendiagnosa sehingga saya terlanjur membeli PSU baru padahal PSU yang sebelumnya tidak rusak.
Karena penjelasan yang bersangkutan cukup masuk akal, saya percaya dan meminta saran dari yang bersangkutan. Dia menyarankan saya untuk membeli motherboard baru, karena dia sendiri tidak bisa memperbaiki motherboard rusak. Berhubung saya sibuk pada hari kerja dan tidak sempat membeli motherboard baru, maka saya menitipkan kepada teknisi tersebut dan memberinya sejumlah uang sebagai down payment. Berhubung saya menggunakan processor intel dengan socket LGA 1155, maka motherboard yang saya pilih adalah Motherboard MSI B75MA-P33 LGA 1155. Mengapa saya memilih merk MSI (Graphic Card yang saya gunakan adalah MSI GeForce GTX 460 1GB)? Agar sama dengan merk VGA Card yang saya gunakan. Lalu mengapa saya memilih seri B75, karena B75 sudah mendukung USB 3.0 dan chipsetnya sudah mendukung pemakaian processor intel seri Sandy Bridge dan Ivy Bride tanpa perlu repot-repot melakukan update BIOS. Anda bisa membaca di artikel saya sebelumnya tentang Tips Memilih Motherboard.
Akhirnya pada hari selasa lalu (15/04), yang bersangkutan datang ke rumah saya dengan membawa motherboard yang saya pilih sebelumnya. Singkat cerita, motherboard baru dipasang, PC diinstall ulang dengan sistem operasi OS Windows 8 64bit karena processor yang saya gunakan adalah berbasis 64-bit (x64-bit based processor)
Just info, rig PC yang saya gunakan adalah sebagai berikut (diambil dari simulasi di rakitan.com):
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Setelah seminggu dipasang, ternyata PC saya kembali lancar dan tidak restart lagi. Itu berarti permasalahannya memang benar-benar di motherboard. Thanks buat bro Nugroho atas bantuannya. PSU yang double beserta motherboard yang rusak sudah laku terjual di Kaskus. Laku cepat karena keduanya masih ada garansi 1 tahun.
Sekarang kita lanjut dengan menginstall Windows 8 Enterprise N Build 9200 untuk PC saya.
Motherboard
dari Wikipedia, ensiklopedia bebas
Sebuah motherboard (terkadang disebut juga dengan mainboard, system board, planar board, atau logic board, atau dalam bahasa gaulnya disebut mobo) adalah papan sirkuit tercetak (PCB / Printed Circuit Board) utama yang digunakan di dalam komputer atau system lainnya yang telah dikembangkan seperti tablet dan smartphone. Mobo memegang banyak komponen elektronik krusial dalam sebuah system, seperti misalnya Central Processing Unit (CPU) dan kartu memory, dan Mobo juga menyediakan konektor untuk peripherals atau peralatan lainnya. Tidak seperti sebuah backplane, sebuah motherboard mengandung sub-systems yang signifikan seperti misalnya prosessor dan komponen lainnya.
Motherboard secara spesifik menunjuk kepada sebuah PCB dengan kemampuan yang telah dikembangkan, dan sebagaimana namanya diberikan (mother), papan sirkuit ini memang ibarat seorang "ibu" dari seluruh komponen yang tertancap di atasnya, yang kadang termasuk kartu suara (sound cards), kartu grafis (video cards), kartu jaringan (network cards), hard drives (hardisk), dan media penyimpan data dalam berbagai bentuk lainnya, kartu TV Tuner, kartu yang menyediakan slot USB ekstra atau slot FireWire, dan berbagai jenis variasi dari komponen tambahan lainnya. Kata-kata mainboard digunakan untuk peralatan elektronik yang menggunakan satu papan saja tanpa kemampuan ekspansi dengan peralatan tambahan lainnya, seperti misalnya papan sirkuit kontrol untuk televisi, mesin cuci, dan berbagai peralatan elektronik terpadu lainnya.
Sebelum ditemukannya microprocessor (processor dalam ukuran mikro), sebuah komputer terdiri dari beberapa PCB dalam sebuah casing card-cage dengan seluruh komponennya terhubung melalui sebuah backplane, yaitu satu set socket interkoneksi. Dalam bentuk desain yang lebih jadul lagi, kabel-kabel dihubungkan dengan pin konektor, tapi PCB tak lama kemudian menjadi peralatan standar yang umum digunakan. Dulu, CPU, kartu Memory, dan peripherals disatukan dalam satu casing namun dalam PCB yang terpisah, yang tertancap di belakang backplane.
Pada masa akhir 1980-an hingga 1990-an, motherboard menjadi lebih sederhana dan ekonomis untuk memfasilitasi perkembangan fungsi peripherals yang semakin banyak untuk ditancapkan ke motherboard. Di akhir 1980-an, motherboard untuk PC sudah menggunakan single IC (juga disebut Super I/O Chips) yang mampu mendukung beberapa set peripherals berkecepatan rendah sekaligus seperti misalnya: keyboard, mouse, floppy disk drive, serial ports, dan parallel ports. Kemudian di akhir 1990-an, banyak motherboard untuk komputer personal (PC) sudah mendukung audio full range, video, media penyimpan, dan fungsi jaringan tanpa memerlukan kartu khusus sama sekali, namun untuk system yang menuntut kinerja lebih tinggi dalam penggunaan gaming 3 Dimensi dan pengerjaan grafis komputer tetap menggunakan kartu grafis terpisah sebagai komponen tambahan.
Komputer yang paling terkenal pada masa itu yakni Apple II dan IBM PC telah memperkenalkan diagram skema dan dokumentasi lainnya yang mengijinkan konstruksi terbalik dan penggantian komponen motherboard oleh pihak ketiga. Biasanya ditujukan untuk membangun sebuah komputer yang kompatibel dengan exemplars, banyak motherboard yang menawarkan performa tambahan atau fitur lainnya yang bisa digunakan untuk memperbaharui komponen asli buatan pabrikan.
dari Wikipedia, ensiklopedia bebas
Sebuah motherboard (terkadang disebut juga dengan mainboard, system board, planar board, atau logic board, atau dalam bahasa gaulnya disebut mobo) adalah papan sirkuit tercetak (PCB / Printed Circuit Board) utama yang digunakan di dalam komputer atau system lainnya yang telah dikembangkan seperti tablet dan smartphone. Mobo memegang banyak komponen elektronik krusial dalam sebuah system, seperti misalnya Central Processing Unit (CPU) dan kartu memory, dan Mobo juga menyediakan konektor untuk peripherals atau peralatan lainnya. Tidak seperti sebuah backplane, sebuah motherboard mengandung sub-systems yang signifikan seperti misalnya prosessor dan komponen lainnya.
Motherboard secara spesifik menunjuk kepada sebuah PCB dengan kemampuan yang telah dikembangkan, dan sebagaimana namanya diberikan (mother), papan sirkuit ini memang ibarat seorang "ibu" dari seluruh komponen yang tertancap di atasnya, yang kadang termasuk kartu suara (sound cards), kartu grafis (video cards), kartu jaringan (network cards), hard drives (hardisk), dan media penyimpan data dalam berbagai bentuk lainnya, kartu TV Tuner, kartu yang menyediakan slot USB ekstra atau slot FireWire, dan berbagai jenis variasi dari komponen tambahan lainnya. Kata-kata mainboard digunakan untuk peralatan elektronik yang menggunakan satu papan saja tanpa kemampuan ekspansi dengan peralatan tambahan lainnya, seperti misalnya papan sirkuit kontrol untuk televisi, mesin cuci, dan berbagai peralatan elektronik terpadu lainnya.
SEJARAH MOTHERBOARD
Sebelum ditemukannya microprocessor (processor dalam ukuran mikro), sebuah komputer terdiri dari beberapa PCB dalam sebuah casing card-cage dengan seluruh komponennya terhubung melalui sebuah backplane, yaitu satu set socket interkoneksi. Dalam bentuk desain yang lebih jadul lagi, kabel-kabel dihubungkan dengan pin konektor, tapi PCB tak lama kemudian menjadi peralatan standar yang umum digunakan. Dulu, CPU, kartu Memory, dan peripherals disatukan dalam satu casing namun dalam PCB yang terpisah, yang tertancap di belakang backplane.
Pada masa akhir 1980-an hingga 1990-an, motherboard menjadi lebih sederhana dan ekonomis untuk memfasilitasi perkembangan fungsi peripherals yang semakin banyak untuk ditancapkan ke motherboard. Di akhir 1980-an, motherboard untuk PC sudah menggunakan single IC (juga disebut Super I/O Chips) yang mampu mendukung beberapa set peripherals berkecepatan rendah sekaligus seperti misalnya: keyboard, mouse, floppy disk drive, serial ports, dan parallel ports. Kemudian di akhir 1990-an, banyak motherboard untuk komputer personal (PC) sudah mendukung audio full range, video, media penyimpan, dan fungsi jaringan tanpa memerlukan kartu khusus sama sekali, namun untuk system yang menuntut kinerja lebih tinggi dalam penggunaan gaming 3 Dimensi dan pengerjaan grafis komputer tetap menggunakan kartu grafis terpisah sebagai komponen tambahan.
Komputer yang paling terkenal pada masa itu yakni Apple II dan IBM PC telah memperkenalkan diagram skema dan dokumentasi lainnya yang mengijinkan konstruksi terbalik dan penggantian komponen motherboard oleh pihak ketiga. Biasanya ditujukan untuk membangun sebuah komputer yang kompatibel dengan exemplars, banyak motherboard yang menawarkan performa tambahan atau fitur lainnya yang bisa digunakan untuk memperbaharui komponen asli buatan pabrikan.















































